Trending

Menanam Anggur dalam Pot





Salah satu bercita-cita umiku adalah menanam tanaman yang disebutkan dalam Al-qur'an terutama buah-buahan di syurga. Alhamdulillah di majalah kinan ditemukan dua edisi yang membahan tentang anggur. disini saya posting cara bertanam anggur di pot dari www.ngasih.com. semoga bermanfaat.

1. Siapkan Sarana :
Sarana pertama yang harus disediakan untuk bertanam anggur dalam pot adalah pot itu sendiri. Boleh berupa pot tanah liat, semen, plastik atau potongan drum/kaleng. Idealnya pot itu berukuran panjang 60 cm, lebar 60 cm dan tinggi 75 cm, kalau berbentuk persegi. Kalu berbentuk lingkaran, diameternya 60 cm dan tingginya 75 cm.

Dasar pot diberi 8 lubang berdiameter 1 – 1,5 cm untuk sarana pembuangan air siraman yang kelebihan, karena tanaman anggur pantang tergenang air. Lubang-lubang itu juga berfungsi untuk memperlancar aerasi udara tanah di dalam pot, sehingga akar dapat bernapas dengan baik.

Pot itu sebelum dipakai harus diisi dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir kali dan
pupuk kandang yang telah masak. Mula-mula dasar pot diisi dulu dengan kerikil dari kali atau pecahan batu bata kasar sampai setinggi 30 cm, baru kemudian sisanya dipenuhi campuran tanah, pasir kali dan pupuk kandang berbanding 1 : 1 : 2 sampai setinggi 5 cm di bawah permukaan mulut pot.

Pupuk kandang yang telah matang warnanya kehitaman. Dalam media tanam, pupuk kandang itu berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah, menjaga kelembapan serta membuat media tanam tetap cerul. Selain itu, pupuk kandang juga memperkaya tanah dengan humus, mengikat zat-zat hara dalam media tanam agar tidak hanyut oleh siraman air.

Sudarmadi Purnomo dari Jatim menggunakan media tanam campuran ¾ bagian pupuk kandang, 1 bagian pasir dan ¼ bagian tanah, ditambah pupuk lengkap NPK 10 gram per pot dan kalau ada masih ditambah pupuk kelelawar 0,5 kg per pot. Semua bahan media tanam itu dicampur manjadi satu. Media tanam yang baik ber pH 6,0 – 6,5. Kalau terlalu asam, pH-nya bisa dinaikkan dengan memberi tambahan pupuk kandang. Agar media tanam itu bebas dari bibit penyakit, bisa diberi 0,5 gram Benlate dan 0,5 gram Ridomil per pot tanaman. Sebelum media tanam ditaruh, dasar pot diisi terlebih dulu dengan kerikil atau pecahan bata merah setinggi 10 cm. Sebelum bibitnya ditanam, biarkan pot beserta medianya itu terangin-angin dulu selama 1 – 2 minggu.

Setahun sekali media tanam dalam pot itu harus ditukar dengan media tanam yang baru. Penggantiannya jangan sampai merusak akar tanaman. Kalau dalam penggantian itu akar banyak yang rusak atau patah, tanaman bisa layu.

2. Pilih Bibit yang Baik :

Bibit anggur yang akan ditanam dalam pot boleh dipilih jenis dan varietas apa saja, mana yang paling disukai penggemar. Yang penting bibitnya itu sehat, subur pertumbuhannya dan berasal dari tanaman induk yang produktif.

Paling praktis mempergunakan bibit yang sudah jadi, misalnya dengan membelinya di toko atau tempat pembibitan anggur yang terpercaya.

Bisa juga kita menyemai sendiri bibitnya, kalau kebetulan mempunyai pohon induknya. Bibit yang dipergunakan berasal dari setek. Setek tanaman anggur bisa dipilih dari cabang primer yang usianya sudah 1 – 2 tahun, warna kulitnya kecokelat-cokelatan, ukurannya sebesar pensil (berdiameter sekitar 15 mm) dan batang setek itu memiliki bulatan-bulatan mata tunas pada kulitnya. Jangan mempergunakan cabang yang lebih kecil ukurannya, karena usianya masih terlalu muda dan kalau disemai mudah kering. Potongan setek yang baik bentuk batangnya membulat, mempunyai ruas-ruas dan mata tunas yang subur.

Cabang tanaman yang bakal dipakai untuk bibit setek dipotong-potong, misalnya sepanjang 20 cm. Cabang setek yang bermata tunas paling sedikit 3 biasanya disebut setek cabang. Kalau steknya itu hanya terdiri dari satu mata tunas saja disebut setek mata. Setek mata jarang dipergunakan orang, kecuali oleh pembibit yang telah berpengalaman dan ingin memproduksi bibit anggur dalam jumlah banyak.

Yang lazim dipergunakan oleh penggemar adalah setek cabang. Setek itu dibuat dengan memotong-motong cabang tanaman menggunakan golok tajam sepanjang 20 – 30 cm dengan jarak 2 cm dari mata tunas bagian pangkal maupun ujung batang setek. Bagian cabang yang diambil adalah bagian pangkal dan tengahnya saja, karena bagian ujung umumnya kurang baik untuk bibit karena terlalu muda. Daun-daunnya, kalau ada juga perlu dipangkas.

Potongan setek bagian ujung dibuat merata, sedangkan potongan bagian bawah dibuat lancip. Maksud keratan itu untuk membedakan, mana bagian pangkal dan mana bagian pucuk batang bibit tanaman.

Bibit setek bisa langsung ditanam dalam pot yang telah ada media tanamnya, boleh juga bibit itu disemai dulu dalam polybag dengan media tanam yang sama. Penanamannya, dua buah mata tunas berada dalam tanah dan lainnya tersembul di udara bebas.

Bibit yang baru disemai, ditaruh dulu di tempat teduh, selanjutnya dilakukan penyiraman setiap hari dengan jumlah yang cukup. Kalau bibit itu menunjukkan tanda-tanda tumbuh, telah mengeluarkan daun dua atau tiga lembar, bisa dipindah di tempat yang tidak teduh lagi.

Pemindahannya dilakukan dengan mengangkat pot penanaman di tempat terbuka. Di tempat baru itu pertumbuhan tanaman akan berlangsung lebih baik lagi, karena tanaman mendapatkan sinar matahari cukup.

Penyemaian dan penanaman bibit anggur yang paling tepat dilakukan pada bulan Maret sampai Juli setiap tahunnya, dengan perhitungan setelah musim hujan tiba, bibit tanaman akan tumbuh pesat dan subur.

Kalau bibitnya diperoleh dari membeli yang sudah jadi, bisa dipindah tanam dalam pot dengan cara sebagai berikut. Plastik polybag-nya dikerat dengan pisau tajam dan dibuang, sehingga tinggal bibit tanaman beserta tanahnya saja. Tanah diusahakan agar tidak sampai rontok dari akarnya. Lalu bibit beserta media tanamnya itu dimasukan ke dalam lubang tanam pada pot yang sebelumnya telah digali. Bibit lalu ditimbun tanah galian yang merupakan media tanam pot.

3. Sipakan Rambatan :
Bersamaan dengan pemindahan tempat pot itu, sekaligus bisa dipasang tempat rambatan untuk tanaman. Tempat rambatan itu selain berguna untuk menyokong tegaknya batang bibit, juga berguna untuk membelit-belitkan cabang tanaman.

Tempat rambatan bisa berbentuk tangga setinggi 1,5 meter dengan lebar disesuaikan dengan lebarnya mulut pot. Bahannya bisa dari kayu, bambu, besi atau bahan lain yang kuat dan tahan lama untuk tempat rambatan. Sebelum rambatan dipasang, baiklah tiang bawah diruncingkan dulu dan bagian yang masuk dalam tanah dicat dengan ter. Rambatannya kalau terbuat dari besi, bahannya adalah batang besi segi empat berukuran panjang 2,0 cm, lebar 1,0 cm dan tinggi 1,5 meter. Seluruh batang besi itu dicat dengan meni, bentuk rambatannya bisa dibuat menyerupai huruf “H”, huruf “T” atau tangga.

4. Perawatan :
Subur dan tidaknya pertumbuhan tanaman anggur dalam pot sangat bergantung pada perhatian dan perawatan pemiliknya. Tanaman anggur tergolong tumbuhan yang banyak membutuhkan air untuk menunjang kehidupannya. Penyiramannya harus cukup banyak dan teratur. Walau air siraman yang diperlukan banyak, tetapi tanaman ini pantang tergenang. Oleh sebab itu, alas pot secara berkala harus diperiksa, jangan sampai tersumbat lubang pengeluaran airnya.

Penyiraman dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore, sampai tanaman berumur dua bulan (dimulai setelah bibit ditanam dalam pot). Setelah itu penyiramannya setiap dua hari sekali. Penyiramannya menggunakan gembor, agar jatuhnya air ke media tanam tidak terlalu keras sehingga tanah dalam pot tidak cepat padat. Selain itu siraman air juga bisa menyebar rata ke seluruh permukaan media tanam.

5. Pemupukan
:

Pemupukan tanaman dengan pupuk buatan dilakukan setiap sepuluh hari sekali. Pemupukan pertama adalah 10 g (satu sendok makan) urea setiap pohon. Begitu pula dosis pemupukan kedua, ketiga, keempat dan seterusnya sampai tanaman dalam pot berumur 3 bulan. Pemberian pupuk itu bisa dengan cara membenamkannya atau menyebarnya melingkari batang tanaman. Atau pupuk itu dilarutkan dulu dalam seember air, lalu disiramkan pada media tanamnya.

Setelah tanaman berumur lebih dari tiga bulan, dosis pupuknya ditingkatkan menjadi 15 g urea per tanaman. Waktu pemberian pupuk diperpanjang menjadi 15 hari sekali sampai 3 bulan berikutnya atau sampai tanaman dalam pot berumur 6 bulan.

Selanjutnya, tanaman harus dipupuk dengan pupuk NPK lengkap, dosisnya satu sendok makan setiap 15 hari sekali per pot tanaman. Sebagai tambahan, tanaman boleh disemprot dengan pupuk daun seperti Bayfolan, Multimikro atau Flourrising. Penggunaan pupuk daun disesuaikan dengan petunjuk yang tercantum dalam label.
6. Pemangkasan untuk mengatur pertumbuhan

Pertumbuhan daun yang baik merupakan pertanda bahwa akar juga berkembang dengan baik. Tanaman anggur dalam pot itu dibiarkan dulu tumbuh sampai berumur di atas 6 bulan. Penanganan yang kita kerjakan adalah mengatur pertumbuhan tanaman untuk dasar pembentukan tanaman nantinya, terutama pembentukan batang pokok, cabang primer dan sekunder. Pembentukan itu dilakukan dengan mengarahkan dan merambatkan cabang tanaman pada rambatan yang telah disediakan.

Kalau ternyata sampai umur 6 bulan pertumbuhannya bagus (cepat besar dan rimbun), pemangkasan pertama untuk membangun bentuk tanaman boleh segera dikerjakan. Akan tetapi kalau pertumbuhan tanaman masih kurang baik, perlakuan pemangkasan bentuk itu sebaiknya ditunda. Diupayakan agar pertumbuhan tanaman itu menjadi baik dahulu. Kalau nekad dipangkas, tanaman bisa shock dan terhenti pertumbuhannya. Tanaman yang tumbuh baik ditandai dengan banyaknya percabangan pada batang. Batang dan cabang tampak kokoh, daun-daunnya rimbun menghijau.

Pemangkasan pertama lazim disebut pemangkasan bentuk. Pemangkasan itu bermanfaat untuk mengatur pertumbuhan tanaman, agar bentuk pohonnya sesuai dengan selera kita. Untuk mendapatkan pertumbuhan vegetatif yang subur, cabang atau ranting yang dipangkas adalah yang berada di atas mata tunas yang berbentuk runcing. Pemangkasan kedua dan selanjutnya disebut pemangkasan perawatan. Pemangkasan perawatan bertujuan agar tanaman bisa cepat berbunga dan berbuah. Cabang atau ranting yang dipangkas adalah cabang di atas mata tunas yang berbentuk bundar atau tumpul. Pemangkasan perawatan ini juga berfungsi untuk
mempertahankan bentuk tanaman yang dikehendaki sampai sering juga disebut pemangkasan bentuk. Dengan pemangkasan itu peredaran udara di sekitar tubuh tanaman lancar, sinar matahari yang diterima tanaman cukup, sehingga lebih merangsang pertumbuhan selanjutnya.

Sudarmadi Purnomo di Jatim juga menganjurkan pemangkasan bentuk sebaiknya dilakukan setelah tanaman berumur setahun. Pemangkas batang tanaman itu setinggi 50 cm dari permukaan pot dengan gunting pangkas. Dekat bekas potongan itu nantinya akan tumbuh tunas cabang dan cukup dipelihara dua cabang saja yang pertumbuhannya diarahkan ke Utara dan Selatan. Perawatan tanaman selanjutnya pada rambatan berbentuk huruf “H”, tangga, huruf “T”.

Pemangkasan dan pengaturan cabang yang baik akan merangsang pertumbuhan tunas dan ranting baru yang lebih sehat dan subur pertumbuhannya.

7. Kapan bisa dibuahkan untuk pertama kali?
Umur 9 bulan, tanaman anggur dalam pot sudah bisa dibuahkan untuk pertama kali.
Namun hasil pembuahan ini bisa berpengaruh kurang baik terhadap tanaman, karena umurnya masih terlalu muda dan kondisinya belum begitu kuat. Saat yang paling tepat adalah setelah tanaman berumur lebih dari satu tahun, agar pertumbuhan akar, cabang, ranting dan daunnya berkembang lebih sempurna, sehingga tanaman tumbuh lebih kuat dan kondisinya memadai untuk berbuah. Seandainya belum sampai setahun tanaman sudah mengeluarkan bunga dan berbuah, bunga dan buah itu dipetik saja sebelum terlanjur berkembang besar. Dengan demikian zat makanan dalam tubuh tanaman bisa dimanfaatkan sepenuhnya untuk pertumbuhan vegetatif berikutnya.

8. Cara Pembuahan


Tanaman anggur dalam pot bisa dibuahkan dua kali setahun. Bisa juga tanaman itu dibuahkan tiga kali setahun, namun akibatnya pertumbuhan tanaman bisa tidak sehat nantinya.

Tanaman anggur yang sudah cukup dewasa bisa berbuah dengan baik kalau cabangnya dipangkas dan daun-daunnya dirompes. Semua cabang sekunder dipangkas dan semua daunnya di rompes habis menggunakan gunting, sehingga akhirnya hanya tampat batang pokok, cabang-cabang primer dan cabang-cabang sekunder yang berbentuk pendek-pendek seperti taji. Tanaman anggur itu tampak gundul tak berdaun. Dari cabang sekunder yang terpangkas itulah nantinya akan tumbuh tunas baru, yang akhirnya akan membesar jadi cabang tertier.

Dua minggu setelah pemangkasan dan perompesan, akan tumbuh ranting baru yang berdaun dan bersulur. Sulurnya itu umumnya tumbuh dekat mata tangkai daun yang ketiga, keempat dan kelima. Peliharalah satu sulur yang paling besar dan sehat pertumbuhannya. Dari ranting yang bersulur inilah akan tumbuh malai bunga, yang nantinya akan berkembang menjadi buah.

9. Pemeliharaan Buah


Tanaman anggur dalam pot yang sudah berbunga atau berbuah kecil-kecil jangan sampai terkena siraman hujan, lebih-lebih kalau hujannya turun lebat. Siraman air hujan itu bisa membuat bunga rusak atau buahnya rontok. Amankan dulu tanaman anggur dalam pot itu di tempat teduh, kalau hujan yang bakal turun diperkirakan deras dan lebat. Setelah hujan berlalu, tanaman dalam pot bisa diangkat kembali dan ditaruh di tempat semula.

Agar butiran buah dalam dompolan itu besar-besar dan seragam ukurannya, sewaktu buah masih kecil dijarangkan. Sisakan dalam satu dompolan 40 – 50% dari jumlah butiran asalnya. Penjarangan itu dilakukan ketika butiran buah sebesar biji kedelai, yaitu sekitar umur 1,5 bulan sejak tanaman dirompes dan dipangkas. Penjarangan buah yang kedua dilakukan settelah butirannya sebesar biji jagung, yaitu sebulan kemudian setelah penjarangan pertama. Penjarangan kedua itu sifatnya hanya sebagai kontrol saja, jadi kalau dianggap perlu membuang butiran buah yang tumbuhnya tidak normal, kecil, tidak sempurna bentuknya dan busuk.

Buah yang sudah mulai tua harus dijaga dari gangguan hama seperti kelelawar, ayam, tikus dan juga anak-anak nakal yang ingin mendapatkan buah anggur itu untuk dimakan. Mengamankannya bisa dibungkus kertas semen, koran atau plastik warna merah. Pembungkusan dilakukan setelah 10% dari butiran buah dalam satu dompolan terlihat matang. Pojok bungkusan ada lubang hawanya untuk pertukaran udara. Buah anggur dianggap masak pohon dan siap petik kalau umurnya sudah 105 – 110 hari sejak tanaman dirompes, atau 90 hari sejak bunganya mekar. Buah yang sudah matang ditandai dengan adanya lapisan lilin atau pupur putih pada kulit buahnya, serta timbul aroma khas buah anggur. Warna kulit buah anggur yang sudah matang ada yang kehitam-hitaman, merah kehitaman, kuning transparan atau kuning kehijauan, bergantung pada varietas anggur yang ditanam. Buah anggur yang dipetik tapat pada waktunya, rasanya manis segar, karena sudah matang betul. Dalam satu pot tanaman anggur Vitis labrusca varietas Delaware bisa dipetik sekitar 15 dompol (2,5 kg) buah pada pemetikan pertama, kalau tanaman itu benar-benar dibuahkan setelah umurnya lebih dari satu tahun.

10. Mencegah Hama dan Penyakit Tanaman


Tanaman anggur dalam pot juga membutuhkan perlindungan dari ancaman hama dan penyakit, agar pertumbuhannya berlangsung normal dan sehat. Hama yang sering mengancam tanaman itu adalah belalang, ulat daun dan kumbang. Semua serangga itu merusak tanaman dengan menggerek dan memakan daunnya. Sedangkan penyakitnya adalah penyakit jamur putih atau downymildew dan jamur kuning phakopshora vitis, kalau udaranya terlalu lembap.

Serangan hama dan penyakit itu bisa dicegah, kalau perhatian kita terhadap kesehatan tanaman cukup baik. Serangan yang masih ringan dapat diatasi dengan menyemprotkan pestisida Bayrusil (2 cc per liter air), Antracol (2 cc per liter air) atau pestisida lain yang sejenis. Untuk pencegahan, tanaman itu perlu disemprot seminggu sekali dengan pestisida. Penyemprotan itu tak boleh dilakukan, kalau buahnya mulai besar dan sudah menjelang matang.

sumber :  www.ngasih.com

Posting Komentar

bismillah